Beranda HUKUM & KRIMINAL Akhir Dari Pertikaian Tiga Bersaudara, Satu Orang Tewas Ditikam Sang Adik

Akhir Dari Pertikaian Tiga Bersaudara, Satu Orang Tewas Ditikam Sang Adik

98
0
BERBAGI
Lokasi Pertikaian Ketiga Bersaudara Terjadi

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, Jabarkini.net – Diduga adanya kecemburuan sosial di dalam keluarga, tiga orang bersaudara terlibat pertikaian hingga satu orang meninggal dunia.
Kejadian tersebut terjadi pada Senin (7/1/2019) malam dikediaman ketiga orang bersaudara tersebut AG (24), RN (26) dan DN (28) di Desa Cipinang, Cibatu, Purwakarta.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pertikaian terjadi ketika korban RN yang dikenal emosional, pulang ke rumah dengan marah-marah dan terpengaruhi alkohol. AG adik korban mengingatkan RN kakaknya agar berperilaku lebih baik. Namun RN yang tidak terima di nasehatin adik, lantas terlibat perkelahian dengan adiknya tersebut.

” Di tengah pertikaian, DN kakak paling besar melerai perkelahian kedua adiknya. Karena merasa kesal pun, DN memukul RN sedangkan AG kabur ke depan warung dengan niat menghindari pertikaian semakin meluas” kata KasatReskim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Ciseureuh, Purwakarta, Selasa (8/1/2018).

Selanjutnya, RN yang sudah tersulut emosi serta di dasari karena kecemburuan sosial keluarga, mengambil pisau dapur yang tergeletak di depan warung.

Pertikaian menggunakan senjata tajam terjadi di depan warung hingga AG berhasil menepis pisau. AG yang sudah berposisi di atas malah mengambil pisau dan menebaskan ke leher RN.

”Korban pun tertebas pisau yang dibawa olehnya karena adik yang berduel dengannya kalap” jelas Handreas

Handreas menyebut kedua orang yang merupakan adik dan kakak korban ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama.
Selain itu, karena ada korban tewas maka polisi pun akan mengenakan pasal 351 ayat 3 KUHP.

”Pasal itu berisikan tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dengan ancaman hukuman kurungan penjara dengan maksimal tujuh tahun dan 12 tahun” jelasnya.

Polisi tidak menggunakan pasal pembunuhan berencana pada para tersangka karena pada keterangan awal pisau yang digunakan tidak diniatkan untuk membunuh korban.

“Pisau yang digunakan itu korban yang membawa, untuk menyerang tersangka. Tidak ada niatan atau rencana dari awal untuk membunuh korban,” jelas Handreas. (jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here